Minyak bumi
Cadangan minyak terbukti, 2009
Pompa minyak di pengeboran minyak dekat Lubbock, Texas.
Pengilangan minyak di Mina-Al-Ahmadi, Kuwait
Pompa minyak
Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum –
minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental,
berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di
lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana,
tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Minyak Bumi
diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan
minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi
geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam
studi lainnya.[1][2]
Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan
dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan
bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan
berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan.[3] Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi berbagai
macam barang dan material yang dibutuhkan manusia.[4]
Komposisi
Jika dilihat kasar,
minyak Bumi hanya berisi minyak mentah saja, tapi dalam penggunaan sehari-hari
ternyata juga digunakan dalam bentuk hidrokarbon padat, cair, dan gas lainnya.
Pada kondisi temperatur dan tekanan standar,
hidrokarbon yang ringan seperti metana, etana, propana, dan butana
berbentuk gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C,
dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F),
sedangkan karbon yang lebih tinggi, mulai dari pentana ke atas berbentuk padatan atau cairan. Meskipun
begitu, di sumber minyak di bawah tanah, proporsi gas, cairan, dan padatan
tergantung dari kondisi permukaan dan diagram fase dari campuran minyak Bumi tersebut.[5]
Sumur minyak sebagian besar menghasilkan minyak mentah, dan terkadang
ada juga kandungan gas alam di dalamnya. Karena tekanan di permukaan Bumi lebih
rendah daripada di bawah tanah, beberapa gas akan keluar dalam bentuk campuran.
Sumur gas sebagian besar menghasilkan gas. Tapi, karena suhu
dan tekanan di bawah tanah lebih besar daripada suhu di permukaan, maka gas
yang keluar kadang-kadang juga mengandung hidrokarbon yang lebih besar, seperti
pentana, heksana, dan heptana dalam
wujud gas. Di permukaan, maka gas ini akan mengkondensasi sehingga berbentuk kondensat gas
alam. Bentuk fisik kondensat ini mirip dengan bensin.
Persentase hidrokarbon
ringan di dalam minyak mentah sangat bervariasi tergantung dari ladang minyak, kandungan maksimalnya bisa sampai 97% dari
berat kotor dan paling minimal adalah 50%.
Jenis hidrokarbon yang
terdapat pada minyak Bumi sebagian besar terdiri dari alkana,
sikloalkana, dan berbagai macam
jenis hidrokarbon aromatik,
ditambah dengan sebagian kecil elemen-elemen lainnya seperti nitrogen, oksigen dan sulfur, ditambah beberapa jenis logam seperti besi,
nikel, tembaga, dan vanadium. Jumlah komposisi molekul sangatlah beragam dari
minyak yang satu ke minyak yang lain tapi persentase proporsi dari elemen kimianya dapat dilihat di bawah ini:[6]
|
Komposisi elemen berdasarkan berat
|
|
|
Elemen
|
Rentang
persentase
|
|
Karbon
|
83
sampai 87%
|
|
Hidrogen
|
10
sampai 14%
|
|
Nitrogen
|
0.1
sampai 2%
|
|
Oksigen
|
0.05
sampai 1.5%
|
|
Sulfur
|
0.05
sampai 6.0%
|
|
Logam
|
<
0.1%
|
Ada 4 macam molekul
hidrokarbon yang ada dalam minyak mentah. Persentase relatif setiap molekul
berbeda-beda tiap lokasi minyaknya, sehingga menggambarkan ciri-ciri dari
setiap minyak.[5]
|
Komposisi molekul berdasarkan berat
|
||
|
Hidrokarbon
|
Rata-rata
|
Rentang
|
|
30%
|
15
sampai 60%
|
|
|
49%
|
30
sampai 60%
|
|
|
15%
|
3
sampai 30%
|
|
|
6%
|
sisa-sisa
|
|
Kebanyakan minyak mentah di dunia merupakan
non-konvensional.[7]
Penampakan fisik dari
minyak Bumi sangatlah beragam tergantung dari komposisinya. Minyak Bumi
biasanya berwarna hitam atau coklat gelap (meskipun warnanya juga bisa
kekuningan, kemerahan, atau bahkan kehijauan). Pada sumur minyak biasanya
ditemukan juga gas alam yang mempunyai massa jenis lebih ringan daripada
minyak Bumi, sehingga biasanya keluar terlebih dahulu dibandingkan minyak.
Dalam campuran itu, terdapat juga air asin, yang massa jenisnya lebih rendah sehingga berada di
lapisan di bawah minyak. Minyak mentah juga dapat ditemukan dengan campuran
dengan pasir dan minyak, seperti pada pasir
minyak Athabasca di Kanada, yang biasanya merujuk pada bitumen mentah.
Bitumen yang terdapat di Kanada memiliki karakteristik lengket, berwarna hitam,
bentuknya seperti minyak mentah dalam wujud tar, sehingga sangat lengket dan
berat dan harus dipanaskan terlebih dahulu agar larut dan bisa dialirkan.[8] Venezuela juga mempunyai cadangan minyak dalam
jumlah besar di pasir minyak
Orinoco, meskipun jumlah hidrokarbon yang terkandung lebih cair
daripada di Kanada. Jenis minyak ini disebut dengan minyak ekstra
berat. Minyak yang terdapat dalam pasir minyak ini disebut dengan minyak tak konvensional untuk membedakannya dari minyak yang
dapat diekstrak dengan metode tradisional biasa. Kanada dan Venezuela
diperkirakan mempunyai 3,6 triliun barel (570×109 m3)
bitumen dan minyak ekstra-berat ini, sekitar dua kali dari volume cadangan
minyak konvensional dunia.[9]
Minyak Bumi sebagian
besar digunakan untuk memproduksi bensin dan minyak bakar, keduanya merupakan sumber "energi primer" utama.[10] 84% dari volume hidrokarbon yang terkandung dalam
minyak Bumi diubah menjadi bahan bakar, yang di dalamnya termasuk dengan
bensin, diesel, bahan bakar jet, dan elpiji.[11] Minyak Bumi yang tingkatannya lebih ringan akan
menghasilkan minyak dengan kualitas terbaik, tapi karena cadangan minyak ringan
dan menengah semakin hari semakin sedikit, maka tempat-tempat pengolahan
minyak sekarang ini semakin meningkatkan pemrosesan minyak berat dan
bitumen, diikuti dengan metode yang makin kompleks dan mahal untuk memproduksi
minyak. Karena minyak Bumi tyang tingkatannya berat mengandung karbon terlalu
banyak dan hidrogen terlalu sedikit, maka proses yang biasanya dipakai adalah
mengurangi karbon atau menambahkan hidrogen ke dalam molekulnya. Untuk mengubah
molekul yang panjang dan kompleks menjadi molekul yang lebih kecil dan
sederhana, digunakan proses fluid catalytic cracking.
Karena mempunyai kepadatan energi
yang tinggi, pengangkutan yang mudah, dan cadangan yang banyak, minyak Bumi
telah menjadi sumber energi paling utama di dunia sejak pertengahan tahun
1950-an. Minyak Bumi juga digunakan sebagai bahan mentah dari banyak
produk-produk kimia, farmasi, pelarut, pupuk, pestisida, dan plastik; dan sisa 16% lainnya yang tidak digunakan untuk
produksi energi diubah menjadi material lainnya.
Cadangan minyak yang
diketahui saat ini berkisar 190 km3 (1,2 triliun barrel) tanpa pasir minyak,[12] atau 595 km3 (3,74 triliun barrel)
jika pasir minyak ikut dihitung.[13] Konsumsi minyak Bumi saat ini berkisar 84 juta
barrel (13,4×106 m3) per harinya, atau 4.9 km3
per tahunnya. Dengan cadangan minyak yang ada sekarang, minyak Bumi masih bisa
dipakai sampai 120 tahun lagi, jika konsumsi dunia diasumsikan tidak bertambah.
Beberapa ilmuwan
menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal
dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam
perut Bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.
Kimia
Oktana, hidrokarbon yang ditemukan pada bensin. Garis-garis melambangkan ikatan tunggal, bola hitam melambangkan karbon,
sedangkan bola putih melambangkan hidrogen.
Minyak Bumi merupakan
campuran dari berbagai macam hidrokarbon, jenis molekul yang paling
sering ditemukan adalah alkana (baik yang rantai lurus maupun
bercabang), sikloalkana,
hidrokarbon aromatik, atau senyawa kompleks
seperti aspaltena. Setiap
minyak Bumi mempunyai keunikan molekulnya masing-masing, yang diketahui
dari bentuk fisik dan ciri-ciri kimia, warna, dan viskositas.
Alkana, juga disebut dengan parafin, adalah hidrokarbon tersaturasi dengan rantai lurus atau
bercabang yang molekulnya hanya mengandung unsur karbon
dan hidrogen dengan rumus umum CnH2n+2. Pada
umumnya minyak Bumi mengandung 5 sampai 40 atom karbon per molekulnya, meskipun
molekul dengan jumlah karbon lebih sedikit/lebih banyak juga mungkin ada di
dalam campuran tersebut.
Alkana dari pentana (C5H12) sampai oktana
(C8H18) akan disuling menjadi bensin,
sedangkan alkana jenis nonana (C9H20)
sampai heksadekana (C16H34) akan disuling
menjadi diesel, kerosene dan bahan bakar jet). Alkana dengan atom karbon 16 atau lebih akan disuling
menjadi oli/pelumas. Alkana dengan jumlah atom karbon lebih besar lagi,
misalnya parafin wax
mempunyai 25 atom karbon, dan aspal mempunyai atom karbon lebih dari 35.
Alkana dengan jumlah atom karbon 1 sampai 4 akan berbentuk gas dalam suhu
ruangan, dan dijual sebagai elpiji (LPG). Di musim dingin, butana (C4H10),
digunakan sebagai bahan campuran pada bensin, karena tekanan uap butana yang
tinggi akan membantu mesin menyala pada musim dingin. Penggunaan alkana yang
lain adalah sebagai pemantik rokok. Di beberapa negara, propana (C3H8)
dapat dicairkan dibawah tekanan sedang, dan digunakan masyarakat sebagai bahan
bakar transportasi maupun memasak.
Sikloalkana, juga dikenal dengan nama naptena, adalah
hidrokarbon tersaturasi yang mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap pada
karbonnya, dengan rumus umum CnH2n. Sikloalkana memiliki
ciri-ciri yang mirip dengan alkana tapi memiliki titik didih yang lebih tinggi.
Hidrokarbon aromatik adalah hidrokarbon tidak tersaturasi yang memiliki satu atau lebih cincin planar
karbon-6 yang disebut cincin benzena,
dimana atom hidrogen akan berikatan dengan atom karbon dengan rumus umum CnHn.
Hidrokarbon seperti ini jika dibakar maka akan menimbulkan asap hitam pekat.
Beberapa bersifat karsinogenik.
Semua jenis molekul yang
berbeda-beda di atas dipisahkan dengan distilasi
fraksional di tempat pengilangan minyak untuk menghasilkan bensin,
bahan bakar jet, kerosin, dan hidrokarbon lainnya. Contohnya adalah 2,2,4-Trimetilpentana (isooktana), dipakai sebagai campuran utama dalam bensin,
mempunyai rumus kimia C8H18 dan bereaksi dengan oksigen
secara eksotermik:[14]
2 C8H18(l)
+ 25 O2(g) → 16 CO2(g) +
18 H2O(g) + 10.86 MJ/mol (oktana)
Jumlah dari
masing-masing molekul pada minyak Bumi dapat diteliti di laboratorium.
Molekul-molekul ini biasanya akan diekstrak di sebuah pelarut, kemudian akan dipisahkan di kromatografi gas,
dan kemudian bisa dideteksi dengan detektor yang cocok.
[15]
Pembakaran yang tidak
sempurna dari minyak Bumi atau produk hasil olahannya akan menyebabkan produk
sampingan yang beracun. Misalnya, terlalu sedikit oksigen yang bercampur maka
akan menghasilkan karbon monoksida. Karena
suhu dan tekanan yang tinggi di dalam mesin kendaraan, maka gas buang yang
dihasilkan oleh mesin biasanya juga mengandung molekul nitrogen oksida
yang dapat menimbulkan asbut.
Persamaan empiris untuk ciri-ciri termal pada produk hasil olahan minyak
Bumi
Panas pembakaran
Pada volume yang konstan
maka panas pembakaran dari produk minyak Bumi dapat diperkirakan dengan rumus:
dengan
dalam
kal/gram dan d adalah gravitasi khusus pada suhu 60 °F (16 °C).
Konduktivitas termal
Konduktivitas termal
dari cairan-cairan yang berasal dari minyak Bumi dapat dirumuskan sebagai
berikut:
Satuan K adalah BTU hr−1ft−2 ,
t diukur dalam °F dan d adalah gravitasi khusus pada suhu 60 °F
(16 °C).
Penggunaan
Struktur kimia dari
minya Bumi sangatlah heterogen, terdiri dari banyak rantai hidrokarbon dengan panjang yang berbeda-beda. Maka dari itu,
minyak Bumi dibawa ke tempat pengilangan
minyak sehingga senyawa-senyawa hidrokarbon ini bisa dipisahkan
dengan teknik distilasi dan proses kimia lainnya. Hasil penyulingan minyak
inilah yang digunakan manusia untuk berbagai macam kebutuhan.
Bahan bakar
Jenis produk paling umum
dari penyulingan minyak Bumi adalah bahan bakar. Jenis-jenis bahan bakar itu antara lain (dilihat dari
titik didihnya):[16]
|
Hasil penyulingan minyak Bumi
|
|
|
Nama bahan bakar
|
Titik didih oC
|
|
Elpiji (LPG)
|
-40
|
|
-12
sampai -1
|
|
|
-1
sampai 180
|
|
|
150
sampai 205
|
|
|
205
sampai 260
|
|
|
205
sampai 290
|
|
|
260
sampai 315
|
|
Produk turunan lainnya
Beberapa produk hasil
olahan hidrokarbon dapat dicampur dengan senyawa non-hidrokarbon untuk
membentuk senyawa lainnya:
- Alkena (olefin),
dapat diproduksi menjadi plastik atau
senyawa lain.
- Pelumas (oli mesin dan gemuk).
- Wax, digunakan dalam pengepakan makanan beku.
- Sulfur atau Asam sulfat. Merupakan senyawa penting dalam
industri.
- Tar.
- Aspal.
- Kokas minyak Bumi,
digunakan sebagai bahan bakar padat.
- Parafin wax.
- Petrokimia aromatik,
digunakan sebagai campuran pada produksi bahan-bahan kimia lainnya.
Di Indonesia
Di Indonesia,
minyak Bumi yang diolah banyak digunakan sebagai Bahan bakar minyak atau BBM,
yang merupakan salah satu jenis bahan bakar yang digunakan secara luas di era industrialisasi.
Ada beberapa jenis BBM
yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah:
- Minyak
tanah rumah tangga
- Minyak tanah industri
- Pertamax Racing
- Pertamax
- Pertamax
Plus
- Premium
- Bio Premium
- Bio Solar
- Pertamina DEX
- Solar
transportasi
- Solar industri
- Minyak
diesel
- Minyak
bakar
Di Indonesia, harga BBM
sering mengalami kenaikan disebabkan alasan pemerintah yang ingin mengurangi subsidi.
Tujuan dari pengurangan tersebut dikatakan adalah agar dana yang sebelumnya
digunakan untuk subsidi dapat dialihkan untuk hal-hal lain seperti pendidikan dan
pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, kenaikan tersebut sering memicu
terjadinya kenaikan pada harga barang-barang lainnya seperti barang konsumen, sembako dan
bisa juga tarif listrik sehingga selalu ditentang masyarakat.
Sejarah
Minyak Bumi telah
digunakan oleh manusia sejak zaman kuno, dan sampai saat ini masih merupakan
komoditas yang penting. Minyak Bumi menjadi bahan bakar utama setelah
ditemukannya mesin pembakaran dalam,
semakin majunya penerbangan komersial, dan meningkatnya
penggunaan plastik.
Lebih dari 4000 tahun
yang lalu, menurut Herodotus dan Diodorus Siculus, aspal telah digunakan sebagai konstruksi dari tembok dan
menara Babylon; ada banyak
lubang-lubang minyak di dekat Ardericca (dekat Babylon).[17] Jumlah minyak yang besar ditemukan di tepi Sungai Issus, salah satu anak sungai
dari Sungai Eufrat. Tablet-tablet dari Kerajaan Persia Kuno menunjukkan bahwa kebutuhan obat-obatan dan
penerangan untuk kalangan menengah-atas menggunakan minyak Bumi. Pada tahun
347, minyak diproduksi daqri sumur yang digali dengan bambu di China.[18]
Pada tahun 1850-an, Ignacy Łukasiewicz menemukan bagaimana proses untuk mendistilasi minyak tanah dari minyak Bumi, sehingga memberikan alternatif yang
lebih murah daripada harus menggunakan minyak paus. Maka, dengan segera, pemakaian minyak Bumi untuk
keperluan penerangan melonjak drastis di Amerika Utara.[19] Sumur minyak komersial pertama di dunia yang digali
terletak di Polandia pada tahun 1853. Pengeboran minyak kemudian berkembang
sangat cepat di banyak belahan dunia lainnya, terutama saat Kerajaan Rusia
berkuasa. Perusahaan Branobel yang berpusat di Azerbaijan
menguasai produksi minyak dunia pada akhir abad ke-19.
Industri minyak mentah
Hal-hal yang termasuk di
dalam industri minyak mentah adalah proses eksplorasi, ekstraksi, pengilangan, dan transportasi (yang
biasanya diangkut dengan kapal tanker dan jalur pipa).
Volume terbesar dari industri ini adalah bahan bakar minyak dan bensin.
Minyak Bumi juga merupakan bahan bakar utama dalam pembuatan produk kimia
lainnya, termasuk obat-obatan, pelarut, pupuk, pestisida, dan plastik. Industri
ini biasanya terbagi menjadi 3 komponen besar: upstream, midstream dan downstream.
Minyak Bumi merupakan
kebutuhan yang sangat penting bagi banyak industri, dan
sangat penting untuk menjaga peradaban
manusia di jaman industrialisasi ini, sehingga minyak Bumi ini menjadi
perhatian serius bagi banyak pemerintahan di banyak negara. Saat ini minyak
Bumi masih menjadi sumber energi terbesar di banyak kawasan di dunia, dengan
persentase bervariasi mulai dari yang terendah 32% di Eropa dan Asia,
sampai yang paling tertinggi di Timur Tengah, yaitu mencapai 53%. Di kawasan lainnya, persentase
pemakaian minyak Bumi sebagai sumber energi untuk Amerika Selatan dan Tengah
mencapai 44%, Afrika 41%, dan Amerika Utara 40%. Saat ini dunia mengkonsumsi 30 juta barrel
(4.8 km³) minyak per tahunnya, dan pengkonsumsi minyak terbesar tetaplah
negara-negara maju. Menurut data, Amerika Serikat saja mengkonsumsi 24%
konsumsi minyak dunia pada tahun 2004,[21] meskipun di tahun 2007 persentasenya turun menjadi 21%.[22]
Minyak Bumi berdasarkan negara
Statistik konsumsi
Emisi
karbon global, indikator dari konsumsi minyak mentah dari tahun 1800-2007.
Untuk keseluruhan, warnanya hitam, sedangkan untuk minyak saja warna biru.
Proyeksi
penggunaan energi, oleh EIA
Konsumsi
minyak mentah per harinya, dari tahun 1980 to 2006
konsumsi
minyak Bumi berdasarkan persentase wilayah dari tahun 1980-2006: merah=Amerika Serikat, biru=Eropa, kuning=Asia+Oseania
Konsumsi
minyak mentah tahun 2010 di dunia dan berdasarkan wilayah. Global Energy Statistical Yearbook
2011
Produksi
Negara-negara produsen minyak Bumi
Dalam industri minyak
mentah, yang dimaksud dengan produksi adalah seberapa banyak minyak
mentah yang berhasil diekstraksi.












